Judul di atas terkait erat dengan tindakan manusia untuk
mencapai tujuannya. Setiap individu selalu memiliki tujuan hidup, memiliki
keinginan untuk mencapai sesuatu. Begitu pula sebuah organisasi, dibentuk
dengan sebuah tujuan.
Sebagai pemimpin kerapkali kita meminta anak buah atau staff
kita untuk segera bertindak atas kejadian, melakukan perbaikan, mengeksekusi
sebuah rencana. Dalam proses meminta kita harus memahami apakah staff atau anak
buah tadi memahami tugas yang diberikan, memahami bagaimana menyelesaikannya
dan memahami prosesnya. Terkadang kita sangat yakin bahwa tugas sudah kita
delegasikan dan yakin sekali pekerjaan akan segera selesai. Padahal jika staff
atau anak buah yang tidak memahami tugas tersebut mengakibatkan pekerjaan
menjadi tidak selesai.
Too fast action will go no where, berarti kita bereaksi
sangat cepat atas instruksi, ide atau tugas yang diberikan kepada kita, tanpa
dipikirkan terlebih dahulu apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimananya. Karena
disaat kita sudah bertindak dan hal-hal yang diperlukan ternyata tidak
disiapkan maka pekerjaan tidak akan selesai.
Misalnya:
Merencanakan liburan ke bali. (Too fast action will go no
where).
Secara tergesa-gesa langsung berangkat,
- Lupa tidak membawa uang atau dokumen bank, sehingga saat mau membeli tiket tidak bisa, dan harus kembali ke rumah.
- Lupa tidak membawa peralatan untuk tujuan liburan, sehingga liburan menjadi tidak sesuai dengan harapan
- Lupa belum mempersiapkan agendanya, sehingga agenda dipikirkan sambil dalam perjalanan, sehingga arah tujuan liburan menjadi tidak jelas
Melaksanakan perintah atasan untuk mengimplentasikan metode
baru (Too fast action will go no where)
Secara tergesa-gesa langsung mengeksekusi metode baru dengan
mengumpulkan key person dalam organisasi.
- Tanpa memberikan briefing apa itu metode baru, mengapa harus diterapkan, kapan diterapkannya, dimana diterapkannya, dan bagaimana menerapkanya. Maka mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut akan bingung dan memiliki interpretasi yang berbeda
- Tidak ada pengenalan atau sosialisasi terlebih dahulu, mengakibatkan pelaksanaan mendapatkan interpretasi yang berbeda-beda.
- Tidak ada training tentang metode baru tersebut, maka implementasi akan memerlukan waktu yang lama, karena banyaknya kesalahan yang terjadi dan perbedaan pendapat.
Pada intinya, jika kita ingin menjalan
sesuatu yang baru, janganlah tergesa-gesa. Pikirkanlah secara matang:
1. Apa
sesuatu tersebut
2. Bagaimana
menjalankannya (prosesnya)
3. Potensi
resiko dan hal-hal terkait apa saja yang perlu dipersiapkan
4. Pengetahuan
dari orang-orang yang bakal terkena perubahan atau implementasi sesuatu itu,
apakah mereka sudah tahu? Sudah peduli? Sudah memahami impactnya? Dan tahu
bagaimana antisipasinya?
Bergerak cepat, berharap
mendapatkan hasil cepat, tetapi tanpa antisipasi akan menghasilkan problem yang
luar biasa pula.
2.2.14
