About Me

My photo
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Menggapai cita-cita bagaikan membajak sawah, menabur benih padi, mengatur pengairan, memelihara padi yang mulai tumbuh, memberi pupuk, melindunginya dari serangan hama penyakit, menengoknya setiap hari, merawat bagian yang sakit dan mengaturnya agar serasi, kesemuanya itu membutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Tidak ada jalan pintas untuk dapat memanen tanpa melalui tahapan-tahapan yang disebut di atas.

Thursday, November 20, 2008

Pembeda Mukmin dan Munafik

Rasulullah saw, ketika ditanya orang yang mukmin dan munafik, beliau bersabda: "Orang mukmin ialah orang yang tujuan hidupnya untuk sholat dan berpuasa. Sedangkan orang munafik ialah orang yang tujuan hidupnya untuk makan dan minum laksana binatang, meninggalkan ibadah dan sholat. Orang mukmin sibuk bersedekah mencari ampunan. Sementara orang munafik sibuk dengan kerakusannya dan panjangnya angan-angan yang berlarut-larut. Orang mukmin memutuskan harapan dari setiap orang kecuali kepada Allah swt, dan menawarkan hartanya demi kepentingan untuk agama Allah swt. Sedangkan orang munafik menawarkan agamanya demi kepentingan harta dunia. Orang mukmin merasa aman dari semua orang kecuali dari Allah swt. Sedangkan orang munafik gemar berbuat jahat dengan perasaan bangga dan gembira ria. Orang mukmin bertanam dan mengkhawatirkan akan kerusakannya, sedangkan orang munafik merusak dan mencabuti (tanaman), namun ia berharap bisa memanen. Yang terakhir, orang mukmin memerintah dan melarang menurut ketentuan agama dan selalu berusaha melakukan kebaikan. Sementara orang munafik memerintah dan melarang untuk kepentingan dan kepemimpinannya serta suka berbuat kerusakan. Bahkan orang munafik, memerintah yang munkar dan melarang yang ma'ruf". (dari buku menyingkap rahasia Qolbu - Al-Ghazali).

Tuesday, November 18, 2008

Persepsi

Apakah persepsi itu? secara sederhana menurut pandangan pribadi saya adalah proses menterjemahkan sesuatu setelah indera kita menerimanya.

Sesuatu itu bisa berupa benda, peristiwa, obyek, pernyataan, kata/kalimat dimana indera bisa menerimanya sebagai sentuhan yang perlu segera diterjemahkan. Bagaimana proses persepsi dibentuk? Manusia memiliki banyak dimensi dalam mengolah setiap momentum yang diterimanya. Beberapa diantaranya adalah aspek religius, lingkungan sekitar, pola pendidikan keluarga, nilai-nilai atau norma yang berlaku, pengalaman, pengetahuan yang telah dipelajarinya, dan banyaknya fakta yang mendukung informasi yang diterima melalui indera.

Bila kita melihat suatu benda tiga dimensi, perbedaan posisi sudut pandang saja akan menghasilkan terjemahan yang berbeda akan benda tersebut. Ilustrasi ini bisa dibuat analog untuk benda yang lebih abstrak misalnya sebuah kebahagiaan seseorang. Mungkin kita menilai seorang disebut bahagia jika yang bersangkutan memiliki banyak harta, atau memiliki jabatan yang disegani, atau memiliki banyak teman. Sudut pandang ini juga dibatasi oleh kemampuan yang bersangkutan. Oleh sebab itu janganlah mudah memberikan pendapat dengan mematahkan pendapat orang lainnya. Cobalah berdiri pada sudut pandang yang sama, sehingga anda bisa mengerti mengapa seseorang memiliki pendapat yang berbeda dengan kita.

Coba renungkan ilustrasi sederhana ini, seorang anak kecil yang baru saja dibelikan mainan berupa mobil-mobilan oleh orang tuanya. Disaat dia sedang bermain, datang teman sebayanya. Meski sebelumnya teman sebayanya ini adalah teman karibnya, tetapi disaat sang teman ini mencoba meminjam mobil tadi, spontan si anak menariknya secara kasar. Pada saat yang bersamaan ada seorang dewasa yang melihat kejadian tersebut, dan secara reflek bergumam wah sungguh pelit anak tersebut, pada teman karibnya saja tidak mau berbagi. Tetapi bagi si kecil yang baru mendapatkan hadiah mobil tadi, dia masih ingin memuaskan dirinya untuk bermain dengan mobil barunya, dia sendiri baru saja mendapatkannya. Sesuai dengan usianya yang memang suka bermain, dan jika kita coba membawa diri kita pada sudut pandang sikecil tadi, kemungkinan besar kita akan bertindak sama. Mungkin setelah si kecil bosan dengan mobil tadi, secara sukarela dia akan memberikannya ke teman karibnya.

Jika persepsi dikembangkan pada lingkungan kerja, jika masing-masing orang ditempat kerja memiliki kebesaran hati dalam memaknai setiap kejadian dalam pekerjaan, mungkin semua masalah akan menjadi ringan, karena setiap orang akan saling membantu dan mengisi atas kelemahan yang lainnya. Yang lebih akan memberi dan yang kurang akan terus belajar dan didukung.

Monday, November 17, 2008

Team Work

Definisi
Team work adalah sekelompok orang yang berjumlah dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Jadi tidak semua kelompok orang yang berkumpul disebut sebagai team work. Jika sekelompok orang berkumpul dan tidak memiliki tujuan sama, bisa jadi disebut gerombolan. Jika mereka memiliki tujuan sama tetapi tidak memiliki pembagian tugas maka inipun tidak termasuk dalam kategori team work, bisa jadi kelompok ini merupakan demonstran. Atau pada satu kesempatan anda menjumpai kumpulan orang disatu tempat jumlahnya cukup banyak, mereka ini ingin melihat sesuatu yang sama, tetapi tidak jelas siapa pemimpinnya, apa tugas masing-masing, tidak berbagi bahkan berebut tempat terdepan, biasanya ini disebut kerumunan.

Team work memiliki makna yang lebih positif, penuh energi dan spirit, dan memberikan manfaat tidak saja bagi anggotanya tetapi bagi lingkungan sekelilingnya. Team work ini bisa di identifikasi dari beberapa hal sebagai berikut:
  1. Adanya seorang leader
  2. Memiliki tujuan yang sama
  3. Saling berbagi pengetahuan
  4. Antusias
  5. Tidak saling menonjolkan ego
  6. Intensif berkomunikasi
  7. Memiliki pembagian tugas yang jelas
  8. Mempunyai target waktu
  9. Saling mengisi dan harmonis
  10. Memiliki komitmen

Leader:

Tanpa leader, kelompok orang tidak bisa disebut sebagai team work. Mengapa? karena masing-masing orang dalam kelompok tersebut akan bergerak tanpa ada yang mengendalikan dan memberi arah sehingga gerakan kelompok menjadi tidak terarah. Ibarat kelompok musik yang terdiri dari beberapa orang dengan alat musik yang berbeda. Meskipun masing-masing orang sangat ahli memainkan alat musiknya, jika tidak ada konduktor yang mengarahkannya, musik yang dihasilkan menjadi kurang harmoni.

Tujuan yang sama

Tanpa tujuan yang sama, setiap orang dalam kelompok tersebut akan bergerak tanpa arah yang jelas. Bahkan mereka menjadi terpecah-pecah setiap saat. Tidak ada kestabilan dan tidak ada yang menjadi perekat agar kelompok tersebut selalu bersama. Tidak ada satupun sasaran yang bisa dicapai.

Berbagi Pengetahuan

Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Kelebihan yang dimiliki masing-masing anggota bisa berbeda-beda, dan jika mereka berbagi akan memberikan akselerasi yang sangat hebat dan mampu menutupi kelemahan yang ada. Kelebihan dan kelemahan ini akan saling mengisi sehingga komposisi menjadi solid. Berbagi pengetahuan merupakan modal dasar bagi sebuah team work untuk mewujudkan tujuannya sesuai target yang telah ditetapkan.

Antusias

Bisa dibayangkan jika team work tidak memiliki antusias (semangat). Meskipun mereka mempunyai tujuan yang sama, masing-masing anggota telah saling berbagi, dan leader juga ada, tanpa semangat seperti robot tanpa jiwa. Tidak ada keinginan untuk bergerak, apalagi keinginan untuk meraih sesuatu. Antusias ini diperlukan sebagai pembangkit rasa percaya diri (Believe) bahwa tidak ada yang tidak mungkin, semangat pasti bisa!! Jiwa ini diperlukan oleh setiap team work.

Tidak Saling Menonjolkan Ego

Komponen ini memegang peranan penting dalam memastikan harmonisasi dari sebuah team. Jika masing-masing orang bersikeras atas keinginannya maka team tidak akan mampu bergerak maju, yang ada justru jalan ditempat. Karena setiap anggota menginginkan agar kemauannya dituruti. Team work memerlukan pengorbanan untuk mengalah untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Team work memerlukan kebesaran hati, disaat pendapat orang lain lebih realistik dan dan mayoritas anggota setuju, maka meski kita tidak sepaham, kita harus berbesar hati untuk mendukung pendapat tersebut agar tujuan team bisa tercapai.

Intensif Berkomunikasi

Tidak bisa digambarkan akan menjadi apa jika sebuah team work dibangun tanpa ada komunikasi di dalamnya. Bagaimana sebuah tujuan bisa dipahami oleh seluruh anggota jika tidak ada proses komunikasi? atau jika komunikasi hanya dilakukan sekali yakni saat pembentukan team, pembagian tugasnya, memberi tahu tujuannya tetapi setelah itu tidak ada komunikasi lanjutan. Apakah mungkin memonitor perkembangan yang terjadi, tanpa komunikasi tidak bisa diketahui sampai dimana proses yang sudah ada. Apakah proses sesuai arah yang sudah ditetapkan, kesulitan-kesulitan apa saja yang dijumpai, dan seterusnya. Komunikasi merupakan syarat mutlak agar team work bisa dimonitor perkembangannya, evaluasi bisa dilakukan, tindakan koreksi bisa diambil secepatnya untuk mengembalikan pada jalus yang benar.

Memiliki pembagian tugas yang jelas (update 12.20 am, 5 Januari 2010)

Ibarat sebuah mobil, ada bagian-bagian yang bekerja secara berbeda, tetapi semua perbedaan tersebut menghasilkan suatu harmoni sehingga menimbulkan efek pergerakan yang serasi dan bermanfaat sebagai alat transportasi. Hal yang demikian itu menggambarkan adanya kumpulan komponen yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda akan tetapi bersinergi satu dan lainnya untuk mencapai sebuah tujuan. Team work juga harus memiliki filosofi seperti mobil tadi. Pembagian tugas yang jelas sesuai dengan target utama yang ingin dicapai. Pembagian tugas ini disesuaikan dengan kemampuan (skill) yang dimiliki oleh masing-masing anggota. Pembagian fungsi dan peran yang tidak berdasarkan skill dan kompetensi akan menghasilkan disharmonisasi bahkan kegagalan sebuah proses mencapai target utama. Pada saat fungsi dan peran sudah demikian jelas, keuletan, kegigihan, kesabaran, keyakinan (passion) dalam menjalankan fungsi dan peran yang diberikan merupakan bahan bakar penggerak menuju kesuksesan (pencapaian target utama).

"Jika hamba-Ku berniat melakukan kebaikan dan ia tidak mengerjakannya, Aku menulis baginya satu kebaikan. Jika ia mengerjakannya, Aku menulis sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat untuknya. Dan jika ia berniat melakukan kejelekan dan ia tidak melakukannya Aku tidak menulis kejahatan baginya, dan jika ia melakukannya Aku menulis satu kejahatan baginya." [HR. Muslim]