
Minggu pagi 3 Oktober udara sangat cerah, setelah bersiap-siap sejenak tiba saatnya meluncur di pojok McD Cibubur. Sambil menunggu teman datang, aku memesan 1 paket menu untuk sarapan. Sudah sangat lama tidak makan fast food, tetapi lumayanlah untuk mengisi sarapan pagiku. Tak beberapa lama, 2 sahabatku datang. Hari ini kita akan mengunjungi seorang teman lama yang 24 tahun lebih kita belum pernah bertemu, yaitu sejak pelepasan SMA. Sebelum menuju lokasi, bertiga kita meluncur ke Botani Square di bogor, dimana kita janjian untuk ketemu dengan seorang teman yang lainnya yang juga ingin gabung berkunjung.
Sebenarnya sudah cukup lama kita ingin berkunjung untuk menengok keadaannya. Kita mendapatkan kabar bahwa dia mendapatkan cobaan berupa stroke yang mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk berbicara, dan disertai bagian kaki kirinya agak sulit untuk digerakkan. Rupanya hari minggu ini merupakan hari yang telah digariskan Allah SWT untuk aku dan teman-temanku bisa datang kerumah sahabatku yang sakit ini.
Di dalam perjalanan muncul ide untuk kontak sahabat yang lainnya guna mengumpulkan dana yang barangkali bisa kita berikan pada sahabatku yang sedang sakit ini. Alhamdullilah teman-teman yang kita kontak secara spontan mau menyisihkan sebagian rejekinya. Aku bersyukur memiliki sahabat yang masih solid dan perhatian kepada sahabatnya yang lain yang sedang membutuhkan.
Setelah bertanya beberapa kali akhirnya kita menemukan rumah sahabat yang sakit ini. Saat memasuki rumahnya, sahabatku ini berdiri menyongsong kami, meski terlihat tegap, dengan fisik yang tidak banyak berubah dengan mudah kita mengenalinya. Meskipun demikian sahabatku ini baru ingat setelah kita menyebutkan nama masing-masing. Dari kondisi fisiknya tampak bahwa dirinya kurang begitu sehat. Apalagi setelah mencoba membuka pembicaraan, terlihat jelas sahabatku ini kesulitan untuk menyampaikan isi pikirannya melalui ucapan. Ada beberapa kalimat yang dia mampu ucapkan dan banyak pula yang dia tidak bisa ucapkan. Disisi lain kami berempat prihatin melihat kondisi rumahnya. Dengan ukuran yang sangat sederhana. Ketika kami bertanya apakah bisa menulis, dia menggelengkan kepalanya, meski kedua tangannya bisa bergerak bebas, tetapi kemampuan menulisnya juga hilang. Sungguh trenyuh hati kami melihat sahabatku ini.
Kami berempat teringat masa lalu, dimana sahabatku ini adalah termasuk pelajar yang cerdas dan energik. Gurauan gurauannya sangat segar dan menghibur. Tetapi setelah 24 tahun kita bertemu lagi dengan suasana yang sungguh berbeda. Sahabatku ini ini tinggal di desa bertiga dengan istri dan anaknya yang baru duduk dikelas 4 SD. Kami mencoba mengajak bicara mengingat masa lalu, ada beberapa hal yang membuatnya tertawa senang dan ada saat sahabatku untuk menangis lepas. Cobaan yang dia hadapi sangat berat. Dikala anaknya yang masih memerlukan banyak dukungan materi dan kasih sayang, sahabatku ini kehilangan sebagian kemampuannya untuk melakukan tugasnya sebagai seorang bapak secara utuh. Kami berempat saling berpandangan, tidak terpikir oleh kami bahwa sedemikian majemuknya Qada dan Qadar Allah SWT terhadap umatnya.
Sahabatku, semoga cepat sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala. Amin yaa Rabbal Alamin.
Ya Allah SWT sungguh kami ini termasuk orang-orang yang sering lupa untuk bersyukur. Yang ada hanyalah keluhan dengan daftar yang panjang. Terkadang kita lupa bahwa kesehatan adalah salah satu karunia Allah SWT yang sangat besar dan mewah. Tetapi kita masih sering meminta dalam setiap do'a kita dengan permintaan yang bermacam-macam. Tidak jarang kita mengeluh kenapa do'a kita tidak dikabulkan. Kita selalu menuntut agar Allah SWT memenuhi apapun yang kita inginkan. Kita lupa bahwa Allah SWT akan selalu memberikan apa yang kita perlukan dan bukan apa yang kita inginkan.
